Project Management dalam project IT

Project Integration Management

Project Management

Project Managemen di dalam pengembangan sebuah IT project sering disebut sebagai Project Integration Management yang berarti melibatkan dan mengkoordinasikan seluruh area project management melalui sebuah siklus project.  Terdapat 7 proses utama dalam Project Integration Management yaitu :

1. Membangun Project Charter
2. Membangun Project Scope Statement
3. Membangun Project Management Plan
4. Menentukan dan me-manage eksekusi dari project
5. Melakukan pengawasan dan monitoring dari aktivitas project
6. Membuat Integrated Change Control
7. Penutupan Project

Project Scope Management

Ruang lingkup suatu project sangat berpengaruh terhadap waktu dan biaya sebuah peoject, management ruang lingkup meliputi proses yang terkait dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang termasuk dan tidak dalam suatu project. Banyak project yang gagal diakibatkan management ruang lingkup yang buruk. Dalam hal penentuan ruang lingkup dimulai dari pengumpulan kebutuhan dan mendokumentasikan kebutuhan sistem.

Proses Seleksi Project

Tahapan perencanaan :
– Perencanaan IT Strategic, menyelaraskan misi dan visi strategi IT dan mengidentifikasi key business area
– Analisa area-area bisnis, mendokumentasikan key business area yang menghasilkan keuntungan dari implementasi IT
– Perencanaan Project, Mendefinisikan potensi project, mendefinisikan scope, benefit dan kendala-kendala
– Alokasi sumber daya, membuat penugasan dan alokasi sumberdaya yang dibutuhkan

Metode Dalam Seleksi Project

– Fokus dalam kebutuhan organisasi
– Membuat kategori project-project IT
– Membuat perhitungan NPV atau analisa keuangan lainnya
– Menggunakan model weighted scoring (pembobotan)
– Mengimplementasikan balanced scorecard

Project Scope Management Summary

Membuat perencanaan dimulai dengan proses menggali kebutuhan bisnis, mendefinisikan ruang lingkup dan membuat Work Breakdown Structure (WBS). Selanjutnya proses yang cukup penting untuk diperhatikan adalah pengawasan dan monitoring dengan cara melakukan verifikasi ruang lingkup, permintaan perubahan (change request) , perubahan dokumen-dokumen yang diakibatkan oleh change request, pengukuran performa dari setiap aktivitas dan perubahan perencanaan project apabila dibutuhkan.

Seringkali client/user tidak memahami bahwa setiap perubahan yang diharapkan akan berimplikasi terhadap banyak aktivitas dan dokumen project, untuk itu harus dibuat sistematika perubahan yang disosialisasikan pada awal kickoff meeting dan regular meeting lainnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: