Mengatasi Kemacetan dengan Pembangunan/Pelebaran Jalan ?

Beberapa bulan belakangan ini kemacetan sudah hampir mencapai titik puncaknya, coba anda lihat pagi hari saat para karyawan/pelaku bisnis pergi berbondong-bondong menuju kota Jakarta dan sebaliknya pada saat sore hari … Berapa banyak bahan bakar yang terbuang dengan sia-sia ? belum lagi kalau sore hari disertai cuaca hujan, wah lengkap sudah penderitaan berkendara di Jakarta. Mengapa hal itu dapat terjadi dengan begitu cepat ? jawabannya sangat mudah, karena pertumbuhan kendaraan pribadi/motor jauh lebih cepat ketimbang pembangunan jalan baru dan tidak ada regulasi yang mengatur secara ketat penjualan kendaraan bermotor.

Mungkin perlu juga dipertimbangkan untuk tidak melakukan pembangunan perkantoran/mall baru di Jakarta dengan cara tidak mengeluarkan izin baru, coba kita hitung apabila gedung perkantoran/mall baru berdiri berapa banyak kendaraan yang dibutuhkan oleh para karyawannya ???  Sudah seharusnya pembangunan gedung perkantoran/mall baru di Jakarta dihentikan, berikan izin kepada para pengusaha untuk membangun kantor/mall baru di pinggiran ibu kota seperti Jonggol, Cikarang dll. Selain mengurangi pertambahan kendaraan baru juga mengurangi resiko banjir yang semakin hari Jakarta semakin rentan karena kurangnya area hijau sebagai resapan air.

Pembangunan penambahan lajur di jalan tol jagorawi saat ini memperparah kemacetan disekitarnya dan pernahkan para pengelola jalan tol jagorawi berfikir bahwa penambahan hanya di jagorawi tidak menyelesaikan masalah kemacetan melainkan akan terjadi penumpukkan kembali kendaraan yang menuju ke Jakarta seperti ke arah dalam tol Jakarata (Cawang, Tj. Priok, TB Simatupang dll) karena ruas-ruas tol tersebut sudah tidak mungkin diperlebar lagi kan ?  Sendainya dana untuk pembangunan jalan-jalan baru  dialokasikan untuk pembangunan ‘mass rapid transporation’ (MRT) seperti penambahan armada busway, penambahan jalur kereta api, membangun jalan kereta api diatas, membangun lapangan parkir yang nyaman di area-area transportasi umum (terminal dan stasiun) mungkin akan lebih tepat sasarannya.

Semoga kepentingan kendaraan umum dapat menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah ketimbang kepentingan pengguna kendaraan pribadi (mobil dan motor) …..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: